Siang itu memang agak lebih terik dari hari biasa (11/05/2008). Jadwal hari itu memang seperti biasa, di setiap bulan di minggu ke-2, kami (Ayah, Dede, dan Bunda) berkunjung di Rumah Kakek Didin (di Batang Ase, Bontoa). Dan setiap ada kesempatan untuk datang kesitu, kami pasti menyempatkan diri untuk berkunjung ke ujung bandara (tempat dimana kami biasa melihat pesawat landing/terbang) di situ terdapat 1 Pos Penjagaan yang sudah cukup lama berada disitu.
Dede pasti minta untuk kami berkunjung ke tempat itu, maklum pesawat yang sering dilihatnya cuma dari kejauhan atau lewat layar televisi.
Di Tempat ini pula di musim Haji, pasti ramai di kunjungi oleh orang-orang yg ingin melihat pesawat terbang dengan jarak pandang yang cukup dekat.
Sedikit cerita (sewaktu Ayah kecil) sangat suka di tempat itu, maklum di sebelah Pos (di belakang pagar), ada sekolah Ayah, SD Ekadyasa
. Apalagi kalau bulan puasa… wih berbondong-bondong orang datang dan sampai di jalur terbang pesawat, serunya lagi kalau tiba-tiba keamanan bandara datang, semuanya pada kabur berlari-larian dari jalanan itu.
Di Pos itu, kami memang selalu berteduh untuk menantikan pesawat yang akan terbang atau akan mendarat. Tapi mungkin hal ini sudah akan susah kami dapatkan lagi (suasananya) karena Bandara Hasanuddin yang baru sepertinya sudah tidak lama lagi akan segera beroperasi. Karena Jalur terbang yang dirubah di tempat yang baru.
Habis sudah memori, tulisan-tulisan di pos itu, tanda tangan pendatang di Pos itu.

randy juniarsyah berkata,
Juni 11, 2009 @ 12:45 pm
bagus,mengigatkan akan kenangan masa kecil,kita kawan klo boleh ditambah photonya kawan biar lebih terkenang gtu